" F l o w e r "

flaw

Hai Welcome Here


" Cerita ini bukan tentang aku, kamu, ataupun dia. Ini tentang kita "

We can chatting here

<




'Dulu' yang tak akan pernah Hilang}
17/12/13 | 02.28.00 | 0Comment

Bukan hanya hari ini saja aku mencari-carimu ditengah-tengah  kesibukanku. Sangat susah mencarimu. Jarakmu dan jarakku tak berjauhan. Jarak kita tak sejauh bandung-jakarta. Kita berada dalam satu sekolah. Tapi entah apa yang membuat asa mu itu terasa hilang di dunia ini. Atau yang membuat mataku ini tak jeli akan keberadaanmu.

Aku ingat, dulu kita tak sejauh ini. Paling tidak, dalam satu hari kita sempat bercakap. Mungkin hanya saling berkata 'hai' tapi membahagiakan. Aku yang membuat jarak kita meluas. Aku yang tak lagi menyapamu hanya karena mementingkan egoku. Karena hal sekecil itu, apakah hubungan kita akan selamanya seperti ini?

Sekarang aku berusaha untuk memperbaikinya. 

Dan ku dengar, kau telah bersama yang lain. Apakah usahaku ini salah? untuk mengembalikan semua yang dulu, akankah itu mustahil?

Mungkin aku bisa berpikir untuk kembali hanya untuk menjadi temanmu. Tak apa jika aku bisa dekat denganmu, itu sudah cukup. Tapi kenapa, aku tak ingin itu. Aku tak ingin hanya sekedar menjadi 'teman'. Aku ingin menjadi seseorang di hatimu. Seseorang yang mempunyai sedikit arti untuk hidupmu. seseorang yang mungkin akan kau ingat. Setidaknya, mungkin bukan untuk selamanya, tapi dalam waktu yang lama.

Aku berusaha untuk tersenyum ketika melihatmu. Berusaha memaksakan kata 'hai' keluar. Bahagia ketika aku melihatmu. Senang jika aku berhasil menemukanmu.

Tapi, bahagia tak akan datang sendirian. Ada sedikit rasa sakit yang datang bersamanya.

Kenangan ketika aku melihatmu bahagia dengannya. Melihatmu memberikan senyuman sayangmu untuknya. Apa aku tak pernah bisa untuk mendapatkan senyumanmu itu? Ah, aku memang pemimpi. Untuk menyapamu saja aku tak pernah berhasil. Untuk membuatmu senang? Itu hanya mimpi. Apalagi jika mendapatkan sedikit tempat di hatimu.

Sesering apapun aku bertemu denganmu, kau tetap memilihnya. Sebanyak mungkin aku berusaha keras agar kau melihatku, tetap saja hatimu telah dikuasainya.

Jahatkah aku jika aku mengharapkan kau berakhir dengannya? Bukankah itu normal? Rasa ini yang membuatku begitu berharap akan hal itu.

Sekarang, aku hanya bisa melihatmu dari jauh. Berucap, berkata, berulang kali bahwa aku mencintamu. Dalam hati. Sejauh ini, hanya itu yang bisa kulakukan. Hanya menunggu dan berjuang sendiri tanpa ada kepastian. Sakit, tapi setidaknya itu yang membuatku bertahan. Membuatku semangat untuk menghadapi hidup ini.


Kamu yang di sana, kamu yang membuatku bahagia sekaligus sakit. Aku hanya ingin menyapamu. itu saja :'v

Label: